Tunas Cileungsi Juara II 13th SSB SUKMAJAYA

TC-News: Tunas Cileungsi legowo hanya mendapat juara II pada Festival Sepak Bola Antar SSB SE-JABODETABEK dalam rangka ulang tahun ke 13 SSB SUKMAJAYA Depok. Pertandingan yang melelahkan tentunya bagi anak-anak TC, kenapa? Karena sehari sebelumnya ada beberapa anak TC yang U-11 ikut bertanding untuk O2SN dan APDESI CUP III U-12. Disamping itu 4 kali bertanding dalam hari yang sama tentunya cukup menguras tenaga. Main pertama (16 besar) Tunas CIleungsi menang 3 – 1 melalui derama adu penalti melawan Garuda Putra. Pada babak delapan besar TC ketemu dengan tuan rumah Sukmajaya. Tunas CIleungsi menang 1 – 0 melawan Sukmajaya gol di cetak oleh Devan. Di semi final TC bertemu dengan One Way lagi-lagi Tunas CIleungsi menang 1 – 0 dan gol di cetak oleh Bintang.

Pada saat final Tunas Cileungsi bertemu dengan ISA.  ISA pada  saat delapan besar sudah sempat diprotes oleh SSB Benteng Muda Tanggerang ke panitia karena ada beberapa pemain diindikasikan manipulasi umur. Dan ini diperkuat lagi oleh salah satu penonton yeng mengenali penjaga gawang ISA yang kebetulan satu SMP sama penonton ini. Dan menurut si penonton si penjaga gawang sudah duduk di kelas dua SMP. Dari wajah dan bentuk tubuh memang sepertinya ini anak bukan usia 11 tahun, namun rupanya panita belum bisa mendiskualifikasi ISA dengan alasan belum punya cukup bukti.

Kembali ke partai final Tunas CIleungsi vs ISA. Dengan kalah postur tubuh dan skill TC kalah 3 – 2. Namun anak asuh coach Iwan tetap memberikan perlawanan. Aditya cs tetap semangat meladeni ISA dengan tidak kenal menyerah dan ini mereka buktikan dengan membobol gawang ISA 2 kali melalu Gabril (penalti) dan Aditya (tendangan bebas).

Buat anak-anak TC jangan patah semangat, walau pun kalian juara 2  tapi menurut kami kalian lah yang juara sebenarnya. Apalah artinya pialah atau trofi kalau untuk mendapatkan itu kita harus berbuat curang. Untuk para pelatih dan official SSB mari lah kita tegakan sportifitas dalam bersepak bola, apalagi ini adalah ajang untuk mendidik anak-anak kita, jangan kita ajari anak-anak didik kita untuk berbuat hal yang tidak benar. Kapan mau maju sepak bola kita kalau dari kompetisi anak-anak saja kita sudah menempuh hal-hal yang tidak benar untuk mendapatkan juara. Bravo TC dan Bravo coach Iwan.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply